Src Img : DetikNews
Perayaan Natal tahun ini dijalani dengan cara berbeda oleh para penyintas banjir bandang dan longsor di Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Di tengah keterbatasan fasilitas dan suasana pengungsian, umat Kristiani tetap menggelar ibadah Natal dengan penuh kekhidmatan pada Kamis (25/12/2025).
Dipimpin Romo, Ibadah Berlangsung Khidmat
Ibadah Natal di lokasi pengungsian tersebut dipimpin oleh seorang Romo dan diikuti oleh warga terdampak bencana dari berbagai usia. Dengan perlengkapan sederhana, ibadah berlangsung dalam suasana yang tenang dan penuh penghayatan.
Meski digelar di tempat darurat, rangkaian ibadah tetap berjalan dengan tertib. Doa-doa dipanjatkan tidak hanya sebagai ungkapan syukur atas kelahiran Yesus Kristus, tetapi juga sebagai harapan akan keselamatan, kekuatan, dan pemulihan bagi seluruh warga yang terdampak bencana.
Senyum dan Harapan di Tengah Duka
Di balik kondisi yang jauh dari kata ideal, senyuman dan rasa kebersamaan tetap terlihat di wajah para jemaat. Natal menjadi momen untuk saling menguatkan, berbagi pengharapan, serta mengingatkan bahwa mereka tidak sendiri menghadapi masa sulit ini.
Kehadiran ibadah Natal di pengungsian juga menjadi penguat mental bagi para korban bencana, sekaligus simbol keteguhan iman di tengah cobaan.
Makna Natal yang Lebih Dalam
Perayaan Natal di lokasi pengungsian ini menjadi pengingat bahwa esensi Natal bukan terletak pada kemeriahan, melainkan pada makna kasih, pengharapan, dan solidaritas. Dalam kondisi apa pun, semangat Natal tetap hidup dan menyatukan.
Di tengah duka akibat bencana alam, ibadah Natal di Hutanabolon menjadi wujud nyata keteguhan iman dan harapan akan hari esok yang lebih baik.